BERTANAM
CABE
Apa kegiatan teman-teman untuk
mengisi waktu-waktu senggang? Nonton TV kah? Dengerin musik kah? Baca komik
kah? Main basket atau futsal kah? Pacaran kah? atawa memasak? atawa berkebun?
hemm…mungkin memasak atau berkebun ga bakal jadi pilihan, karena buat anak-anak
muda (kebanyakan) merasa “this’s not an option for youth!”.
Puasa kemarin, melewati weekend
di rumah terasa lebih lama karena ga ada kegiatan seperti dikantor. Puasa jadi
terasa lebih lama, laper nya jadi makin kedengeran. Pas lagi duduk-duduk di
teras rumah dengan maksud ngabuburit melewati sore sambil ngeliat orang lalu
lalang, gw ngeliat ada 3 tumpukan karung tanah media tanam siap pakai di
samping teras rumah. Selidik punya selidik, ternyata nyokap gw beli buat
tanaman antorium nya. Suddenly, an idea bulb rise from my head, gimana kalo
iseng-iseng becocok tanam alias berkebun. Tapi gw ga mau ngerawat tanaman macam
antorium kaya nyokap, karena ga keren cuman diliat-dipandang-dikagumi, ga bisa
di makan (hehehe), ga enak. Pilihan tanaman harus yang oke, hemmm…berhubung gw chiliholic
maka cabe menjadi pilihan gw, rawit! Lagipula nyokap gw sering ngeluh dengan
borosnya konsumsi cabe dirumah dan harga cabe yang sering naik ga kira-kira.
Tantangan baru dimulai…
Mengatur rencana dulu, pertama,
minta ijin minta nyokap karena mau “ngerampok tanah media tanam nya. Lalu besok
siangnya di kantor gw googling tentang menanam cabe di pekarangan rumah,
tips dan trik nya. Ternyata ga banyak yang gw dapet, tapi cukup lah buat newcomer
farmer kaya gw [
].
Media tanam udah punya, sekarang
tinggal nyari wadah nya. Pikir gw,”kalo harus beli pot, berarti harus ngeluarin
duit, pake apa ya… oh ya, ada bekas botol plastik air oxy, keluarin keringet
sedikit, tapi ga keluar modal.” [pengiritan sejati!!
]. Selesai! gw bisa bikin 15 pot alakadar, cukup buat
percobaan tanam pertama. Lalu, masukkan tanah media tanam secukupnya. Modal
yang gw keluarkan untuk beli bibit cabe rawit “embun” di toko tanaman dekat
rumah seharga Rp 12.000,- dengan berat bersih isi 10 gr.
Lalu, ga sampai seperempat isi bibit
cabe gw rendam di air hangat selama kurang lebih 8 jam. Dan sesuai dengan
artikel yang gw dapet di internet, media tanam akan baik jika disiram dengan
air dingin dari kulkas karena akan mencegah tumbuhnya jamur dan mikroba yang
akan merusak tanaman. Minggu pagi tanggal 14 September gw mulai merendam bibit
cabe dan menyiram media tanam dengan air dingin. Dan pada malam harinya, bibit
gw tanam di tanam media tanam, satu pot di isi sekitar 3 sampai 5 bibit.
Kata artikel, bibit yang tumbuh baru
bisa dipindahkan ke masing-masing polibag di hari ke 14. Berarti gw tinggal
menunggu. Tiap pulang kerja, langsung gw lari buat ngeliat cabe gw karena
penasaran; hari pertama nihil, hari kedua nihil, hari ketiga masih belum ada
tanda-tanda perubahan, hari keempat dan kelima juga nihil. Mulai bingung gw, ko
sampai hari ke enam masih ga ada perubahan. Apa yang salah dari proses
penanaman yang gw kerjakan. Atau apakah tangan gw ga cocok jadi petani. Tapi,
minggu pagi dihari ke tujuh ternyata beberapa bibit cabe sudah mulai
mengeluarkan sulur akar. Berarti cabe gw tumbuh!.
cabe umur 7 hari
cabe umur 10 hari
Setelah hari itu, mulai banyak yang
tumbuh dan mulai kebingungan jumlah pot yang sangat terbatas. Eh, nyokap gw
ternyata juga punya simpanan polibag, berarti masalah kembali terselesaikan.
Berhubung jakarta panasnya bukan main, maka gw harus memastikannya tiap pagi
dan malam sepulang kerja, gw siram semua tanaman. Jangan sampai tanaman cabe
muda ini mengalami dehidrasi, karena langsung layu daunnya rontok dan mati.
Hari terus berjalan, daun tanaman
cabe sudah berjumlah 4 lembar. Makin penasaran dengan hasil kerja gw. Kira-kira
bauh cabe berapa banyak ya…? hemm
Di hari ke-14, mulailah gw cicil untuk memindahkan setiap
tanaman cabe ke satu polibag, karena kalau kelamaan, nanti akar nya sudah
terlalu banyak dan susah dipindah. Hari minggu tanggal 28 September, gw
pindahkan 8 buah tanaman ke polibag, memastikan tanah media tanam terbasahi air
dingin sebelumnya.
Happy Reading!
n


Tidak ada komentar:
Posting Komentar